Keretakan 4 Wali Besar
Perubahan ini membuat Daxinom jauh lebih tragis dan manusiawi dibanding jika ia sekadar tokoh jahat yang haus kekuasaan.
Jika saya analisis dari sudut pembangunan lore, maka akar konflik dunia Anda sebenarnya bukan perang, bukan kekuatan, bahkan bukan WSA.
Akar semuanya adalah cinta yang tidak terbalas.
Masa Sebelum WSA
Pada awalnya ada empat wali besar:
Gemma
Nalla
Rexa
Daxinom
Mereka hidup sebagai pelindung manusia.
Di antara mereka, Daxinom menyimpan perasaan kepada Nalla.
Mungkin selama ratusan tahun.
Mungkin bahkan sejak mereka masih belajar bersama.
Namun Daxinom tidak pernah benar-benar memahami Nalla.
Ia mencintai Nalla.
Tetapi ia ingin memiliki Nalla.
Pilihan Nalla
Nalla justru memilih Gemma.
Bukan karena Gemma lebih kuat.
Bukan karena Gemma lebih tampan.
Tetapi karena Gemma memiliki sesuatu yang tidak dimiliki Daxinom.
Yaitu ketulusan.
Gemma tidak pernah berusaha memiliki Nalla.
Ia hanya berjalan di sampingnya.
Mendukungnya.
Memahami pilihan-pilihannya.
Dan pada akhirnya Nalla memilih hidup bersama Gemma.
Retaknya Empat Wali
Bagi Rexa, itu hanya urusan pribadi.
Bagi Gemma dan Nalla, itu adalah keputusan hidup.
Tetapi bagi Daxinom, itu menjadi luka yang tidak pernah sembuh.
Awalnya ia mungkin masih bisa menerima.
Lalu muncul pertanyaan:
"Mengapa bukan aku?"
Kemudian berkembang menjadi:
"Apa yang kurang dariku?"
Dan akhirnya berubah menjadi:
"Jika dunia bekerja seperti ini, maka dunia ini salah."
Di sinilah awal kejatuhan Daxinom.
Lahirnya WSA
WSA bukan lahir dari ambisi politik.
WSA lahir dari kekecewaan.
Daxinom mulai kehilangan kepercayaannya kepada:
cinta,
pilihan bebas,
manusia.
Ia melihat bahwa perasaan tulus tidak menjamin seseorang akan dipilih.
Dan ia tidak mampu menerima kenyataan itu.
Maka ia mulai mencari jalan lain.
Jika hati manusia tidak bisa dikendalikan.
Maka dunia harus dikendalikan.
Dari pemikiran itulah WSA lahir.
Ironi Besarnya
Yang menarik adalah:
Gemma dan Nalla membangun sesuatu dari cinta.
Sedangkan Daxinom membangun sesuatu dari patah hati.
Hasilnya berbeda.
Gemma dan Nalla meninggalkan warisan kehidupan.
Daxinom meninggalkan organisasi yang dibangun atas kontrol, ketakutan, dan kekuasaan.
Cermin bagi Farhis
Di sinilah saya melihat hubungan yang indah dengan Farhis.
Karena Farhis juga mengalami hal yang mirip.
Ia mencintai Granti.
Namun Granti tidak pernah mencintainya seperti itu.
Granti hanya melihatnya sebagai saudara.
Farhis memiliki dua pilihan:
Jalan Daxinom
"Karena aku ditolak, maka dunia harus berubah sesuai keinginanku."
atau
Jalan Gemma
"Karena aku mencintainya, aku menghormati pilihannya."
Dan Farhis memilih jalan kedua.
Mengapa Daxinom Menjadi Antagonis yang Kuat?
Karena ia bukan monster.
Ia adalah cerminan dari sesuatu yang bisa terjadi pada siapa saja.
Jika Gemma melambangkan:
cinta yang memberi kebebasan.
Maka Daxinom melambangkan:
cinta yang berubah menjadi keinginan untuk memiliki.
Dan ketika keinginan itu tidak terpenuhi, lahirlah kemarahan yang akhirnya membentuk WSA.
Dengan struktur ini, konflik besar dunia Anda menjadi jauh lebih personal. Perang antara penerus Gemma, Nalla, Rexa, dan Daxinom sebenarnya bukan pertarungan kekuatan semata.
Itu adalah pertarungan antara dua cara memandang cinta:
Apakah cinta berarti menjaga kebahagiaan orang yang dicintai?
atau
Apakah cinta berarti memiliki orang yang dicintai dengan cara apa pun?
Dan seluruh tragedi WSA bermula ketika Daxinom memilih jawaban yang kedua.
Komentar
Posting Komentar