Romantic Gemmanallarexa
Bagian II "Granti, ayo naik ke mobil. Kita harus segera berangkat!" seru Tante Rosa. "Iya, Wa. Sebentar lagi selesai," jawab Granti sambil bergegas membereskan barang-barangnya. Di saat yang sama, jauh di Bukittinggi, sebuah percakapan serius terjadi melalui sambungan telepon. "Nana ingin menikah, Pa," ujar suara di seberang. "Waduh, anak gadis Papa. Tidak terasa kamu sudah menjadi dokter yang dewasa," jawab sang ayah dengan nada haru. "Pa, doakan saja Nana bisa melupakan Farhis." Kalimat itu membuat suasana hening sejenak. "Nana, Papa tahu kamu sangat mencintainya. Tapi hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita." Lunar Zenetity menundukkan kepala. Meski tak terlihat oleh ayahnya, air matanya hampir jatuh. "Aku tidak ingin kehilangan Farhis lagi, Pa. Dia adalah pangeran dalam fantasi yang pernah aku impikan." "Nana sekarang berada di Bukittinggi bersama nenekmu. Cobalah menenangkan diri dulu. Papa ingin...